Tampilkan postingan dengan label Salam Sendu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Salam Sendu. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 Desember 2012

Cahaya, Pekalah


Yansa. Cahayaku. Kutahu kau seketika. Kukenal kau tanpa ku sengaja. Aku redup nan gulita. Gundah oleh dentuman langkah prajurit ego. Mereka hanya membuatku jatuh dan jatuh, tanpa mengulurkan tangan untukku bangun. Kadang aku tak tahu, kamu dan mereka mengapa berbeda ? Lantas, aku tak jarang berkalimat tanya pada hatiku, "Mengapa aku harus mengenal kalian ?", "Untuk apa aku kenal kalian ?"
Apakah di dunia yang sangat indah ini harus ada tokoh antagonis ? Rasanya, tidak perlu. Tidak dibutuhkan !
Tapi, kenapa hatiku menilai orang lain antagonis ? Entah, aku tak tahu untuk menjawab apa.

Yansa. Eh, tak kusangka ternyata kamu hebat. Kamu bisa memberiku tanda. Kamu ibarat cahaya di setiap sumber cahaya. Kamu penerangku. Kamu tunjukan aku yang sesungguhnya. Di kamu, aku tahu jawabannya. Terimakasih Yansa. Kamu memang cahayaku.

Emm, kamu emang hebat. Aku salut sama kamu. Aku rasa, aku selalu bisa terima sinarmu. Aku selalu bisa terima petunjukmu. Tetapi, apa kamu tidak bisa menjadi sepertiku ? Eh, maksudku 'rasa' ku. Aku ingin kamu punya rasa kaya aku. Aku tahu, aku terlalu peka. Jadi, aku mau kok memberikan sebagian kepekaanku untukmu. Tapi, tetap saja. Tolong yah Yansa, Cahayaku. Jangan biarkan aku kecewa :( 

Aku bangga sama kamu. dan..
Kamu emang nggak bisa bangga sama aku.

Kamis, 07 Juni 2012

Da.. Da..

Alhamdulillah..
Hari ini tujuh juni dua ribu dua belas,
acara penamatan dan perpisahan kelas IX MTsN Raha berjalan lancar..

Fiuh.. gak mau banyak bacrit aa..
Lagi sedih nih...

Sumpah kalian emang satu..
Sumpah kalian emang beda..
Sumpah kalian emang hebat..



*to pe'NINE'su (IX.1) and d'One Community (VIII.1)

Kamis, 24 Mei 2012

Keluh mata dan Jantung

di saat ku telah mencoba perintah sarafku. mencoba untuk tidak melihatmu. rasanya peluang untuk tidak melihatmu = 0 (baca: mustahil). tidak !!! aku tak ingin.
ya Allah, aku tak tahu mengapa harus begini..
mataku . . . sungguh-sungguh tak bisa terkendali olehku. ia bergerak, memutar, entah kemana arahnya, toh selalu di ujung mata ini, selalu tampak wujud manusiamu.
jantungku . . . tolong aku memahami rasa ini ! tawar !! tapi, jantung ini serasa ingin terbang melesat tinggi jauh ke angkasa. aku tak bisa menahannya. sungguh, aku tak mampu mengendalikan jantung ini.

kamu tuh kaya teroris, kamu udah naruh granat di jantung ini.
saat mata ini selalu geram melihatmu, jantung ini ikut menggebu-gebu menggelegar rasa ini.
ya Allah, tolong.. aku tak ingin melihatnya lagi :"(